Selasa, 31 Mei 2016

Miris Melihat Mahasiswa Jaman Sekarang

Media Unigoro - Menjadi seorang Mahasiswa memang sebuah pilihan, entah itu karena gensi atau benar-benar ingin mencari ilmu. Atau hanya sekedar ingin mencari pacar saja.

Tetapi sungguh miris melihat kelakuan mahasiswa zaman sekarang, termasuk juga saya. Pasalnya mahasiswa zaman sekarang sangat berbeda dengan mahasiswa zaman dahulu. Dulu Mahasiswa mati-matian untuk menggulingkan Orde Baru, walaupun nyawa taruhanya. tapi sekarang apa? :D

Tetapi apakah kalian sadar apa yang kalian lakukan di bangku perkuliahan sekarang ini?

Mahasiswa zaman sekarang cuma sibuk selfi, tidak di kelas atau di tempat umum kerjanya cuma selfi saja. Tidak hanya itu, di kamar mandipun di buat untuk selfi. Apa kalian sadar, kalian itu mahasiswa bukan Artis. Walaupun jadi artis mungkin cuma jadi artis kacangan di facebook dan instagram.

Ayolah kita berfikir untuk membangun bangsa ini. pemuda indonesia yang nanti jadi penopang bangsa, sekarang ini lagi di sibukkan dengan sosial media. Sedangkan para pemuda di luar negeri sana dia sedang ber eksperimen untuk membelah bumi ini (bukan arti yang sebenarnya).

Janganlah jadi mahasiswa Kupu-kupu (kuliah pulang - kuliah pulang), masih banyak permasalahan yang harus kamu diskusikan dengan teman-temanmu. Ngopi dulu sana yang jauh biar banyak teman, jangan jadi Mahasiswa Culun.

Mari kita buktikan, bahwa mahasiswa zaman sekarang tidak hanya bisa selfi dan jadi artis kacang tengkik di media sosial, ayo kita lakukan kegiatan Real untuk menata bangsa ini walaupun itu hanya sekecil gajah :D

Foto : konfrontasi.com
Penulis : Tanto

Read more

1 Juni Hari Lahirnya Pancasila



1 Juni
Ya tepatnya 1 Juni 1945 atau 71 tahun yang lalu, konsep pancasila di rumuskan pertama kali oleh soekarno di pidatonya dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau dalam bahasa indonesia artinya Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan.

Awalnya pidato tersebut disampaikan oleh soekarno dalam pidatonya secara aklamasi dan tanpa judul dan baru mendapat sebutan Ilahirnya pancasila oleh Ketua BPUPK Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPK tersebut. Sumber wikipedia lebih lengkap

Jika sekarang tepat dengan 1 Juni yang bertepatan dengan hari lahirnya pancasila, seharusnya para pemuda harapan bangsa (termasuk saya juga, karena saya juga pemuda) bisa memaknai hari ini dengan penuh penghayatan dan dan harusnya sih paham dengan apa saja makna yang terkandung di dalam 5 sila di dalam pancasila tersebut begitu juga dengan butir-butir pancasila.

Dulu wkatu saya masih duduk s sekolah dasar, ada pelajaran yang dengan nama PPKN (Pendididkan Pancasila dan Kewarganegaraan).
Yah sesuai dengan namanya pastinya dalam pelajaran tersebut diajarkan tentang norma dan apa saja kaidah yang terkandung dalam pancasila dan tentunya pasti hafalan 5 sila pancasila.

Ya, hafalan 5 sila itu sudah menjadi hal wajib untuk anak setingkat siswa sekolah dasar. Bagaimana bisa menjai pemuda pemudi harapan bangsa, jika 5 sila saja tidak hafal?

Ada satu bab yang diajarkan saat itu dan sampai sekarang masih saya ingat yaitu tentang tenggang rasa.

Paham kan arti dari tenggang rasa?
Menghargai dan menghormati perasaan orang lain adalah pelajaran yang diajarkan kepada kita sejak masih duduk dibangku sekolah dasar.
Yah, kita seharusnya harus meilikki rasa tenggang rasa kepada semua orang yang BELUM hafal pancasila. Yah sebaiknya jangan melihat ke dunia selebritis dulu tentang ini. Lebih baik membaca sejarah dan jangan sampai melupakannya. Jasmerah.

Namun bagaimana dengan pancasila saat ini?

Terakhir saya mendapatkan pelajaran pancasila dulu saat masih di SMK, waktu itu namanya diganti dengan PKN, hialng P nya satu.
Namun setelah itu pancasila seakan hilang adri kehidupan bermasyarakat, bagaimana saya bisa menyebutnya begitu?
Yah itu, kata diatas tadi, tenggang rasa.

Bagaimana dengan mahasiswa?

Yah seharusnya masih ada mata kuliahtentang pancasila ini.
Jika dibilang bahwa mahasiswa adalah agent of change atau agen perubahan, jadi paling tidak kan harus bisa memahami dulu apa arti pancasila. Paling tidak jika masih ingin tinggal di Indonesia. Hahaha.

Memang jika merujuk ke agent of change, gambaran dari semua yang mendenga kata ini adalah tentang politik dan menjadi politisi!
Itu sih menurut pandangan saya dulu, bagaimana dengan pandangan orang lain? Itu persepsi mereka masing2.

Mata kuliah tentang pancasila mungkin masih bisa didapatkan oleh mereka yang menuntuk kuliah di jurusan pendidikan.
Namun bagaimana dengan mereka yang berada di jurusan eksakta?

Saya tidak berani mnjustifikasi bahwa jurusan eksakta tidak ada mata kuliah tentang pancasila, ada namun mungkin hanya sampai semester satu saja.
Okelah jika itu bermaksud untuk fokus ke dalam ilmu perkuliahan maka dengan alasan agar mahasiswa lebih paham dengan jurusan mereka, maka pancasila hanya sebagai ulasan saja.

Tapi mungkin, mungkin lho ya jangan marah dulu. Mungkin jadinya nanti pemegang gelar hanya akan berfikiran pragmatis karena memang nilai-nilai pancasilanya sudah dilupakan.
Mereka jadi lebih suka memegang pemikiran kapitalis dari pada menjunjung tinggi nilai pancasila.

Nah melaui tanggal 1 juni ini, mari kita mulai menjunjung nilai-nilai pancasila dan menerapkannya. Namun jangan hanya tanggal 1 juni saja, sehingga hanya menjadi ritual setiap bulan saja.

Read more

Aliansi BEM UNIGORO melakukan penanaman pohon



Minggu 15 mei 2016

Pemanasan global yang semakin dirasakan dewasa ini membuat udara yang ada di permukaan bumi semakin taerasa panas saat siang hari. Pemanasan global yang diakibatkan oleh berbagai macam hal yang dapat membuat semakin menipisnya lapisan ozon di permukaan bumi membuat suhu di permukaan bumi semakin terasa panas saat waktu siang hari.

Oleh sebab itulah, kelompok dari BEM Seluruh Universitas Bojonegoro yang menamakan dirinya Aliansi BEM UNIGORO membuat sebuah tindakan nyata dengan harapan untuk mengurangi dampak pemanasan global yang sedang terjadi saat ini.

Aliansi BEM UNIGORO yang mengusung langkah Peduli llingkungan ini, mengadakan aski tanam pohon dengan tema “Rehabilitasi Lingkungan dan Penanaman Pohon”.

Acara yang dilaksanakan di desa Mulyoagung kecamatan Balen kabupaten Bojonegoro itu mendapat dukungan dari Yayasan dan Rektorat Universitas Bojonegoro dan juga keikutsertaan mahasiswa serta masyarakat desa mulyoagung dalam aksi nyata penanaman pohon tersebut. Dipilih desa mulyoagung karena dirasa disekitar jalan utama masih kurang adanya lingkungan hijau untuk mengurangi dampak dari asap kendaraan yang melewati sekitar jalan utama tersebut.

Disamping itu, karena adanya eksploitasi migas yang ada di Bojonegoro ini yang dampaknya semakin dirasakan oleh masyarakat sekitar Bojonegoro terutama diarea sekitar pengeboran minyak yang dekat dengan pemukiman warga. Sehingga bojonegoro saat ini merasakan dampak ganda, dari pemanasan global dan dampak dari exploitasi migas yang sedang terjadi.

Harapan Aliansi BEM UNIGORO selanjutnya adalah dapat saling berinteraksi dengan sesama mahasiswa UNIGORO dan pada masyarakat Bojonegoro. Sehingga kegiatan Aliansi BEM UNIGORO kedepannya tidak hanya peduli kepada lingkungan tapi pada kehidupan sosial bermasyarakat.
Read more

Selasa, 08 Maret 2016

Try Out Universitas Bojonegoro 2016

Media Unigoro - Universitas Bojonegoro pada minggu (28/2/2016) mengadakan Try out di kampus unigoro, tepatnya di ruangan fakultas hukum dan fakultas ekonomi

Try out ini di hadiri oleh 347 siswa kelas 3 tingkat SLTA dari seluruh wilayah bojonegoro namun ada juga peserta dari luar kota seperti tuban dan lamongan

Menurut ketua panita, Try out yang di selenggarakan oleh Universitas bojonegoro ini yaitu bertujuan untuk mengukur kemampuan dan mental para siswa untuk menghadapi Unjian Nasional yang akan datang

Dengan adanya Try out seperti ini di harapkan para siswa yang akan manghadapi ujian nasional bisa lebih giat lagi belajar dan menata mental mereka agar tidak grogi atau down saat hari H.

Read more