Sabtu, 06 Februari 2016

Belajar Dari Kafein Kopi



BELAJAR DARI KAFEIN KOPi
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
Secara umum manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain.

Itu yang di atas versi copy paste yaahh meski ilmu itu terkadang memang harus melihat ukuran font milik orang. Karena dari kita melihat orang maka kita akan tahu bahwa ilmu itu universal.
Kopi atau coffee sudah tak asing kita dengar di telinga kita kalau terdengar kopi pasti di benak kita pasti teringat warkop atau cangkir atau bahkan orang kurang kerjaan.

Ya uke lah anggapan itu memang terlintas.
Tapi ingat bahwa ngopi lebih berarti di bandingkan kita iri dengki.
Seperti halnya beta bersama sahabat sahabat terbiasa menghabiskan jam jam waktu hanya demi air hitam penuh kenikmatan ini.
Seperti halnya pengertian yang di atas bahwa manusia adalah makhluk berakal dan berbudi dan secara umum makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain.
Persepsi ini sama dengan beta bahwa saya juga membutuhkan orang lain, saya rasa juga bukan saya saja bahkan yang membaca ini pun juga membutuhkan orang lain. Bahkan hidup di alas yang lebat dan jauh dari keramain itu juga membutuhkan orang lain(meski mbatin).

Hal membutuhkan orang lain seperti halnya kita bisa saling ngobrol bisa saling tukar informasi dan juga bisa bisa yang lain-lain.
Memang nikmat jika kita berlama-lama ngopi,beta bersama sahabat-sahabat(Alfian,Deni,Iwan,tanto,puput,Didik,,dll) adalah coffee hunter. Kami biasa ngopi di tempat ngopi tidak ada tempat khusus dimana ada tempat ngopi selalu kami jajaki
Suasana ngopii

Karena  bagi kami disetiap tempat ngopi lebih berarti jika kami selangi dengan diskusi.
Diskusi yang bisa menambah wawasan menambah pengetahuan juga menanmbah kenalanJ

Memang diskusi ngopi tak seperti seminar atau acara formal lainya
Diskusi ngopi tidak terpaku dalam satu tema tapi universal atau bahasa kasarnya ngalor ngidol mbahas kono kene
Tapi tidak menyurutkan minat kami karena sepulang ngampus tak dapat ilmu selain jurusan kita. Tapi dengan ngopi bersama-sama kita bisa menangkap segala informasi dan pengetahuan yang lain atau dapat di istilahkan ngopi wadah untuk kita mencari informasi...
Maka dari itu ngopi sudah membudidaya ngopi juga sudah menjadi trendi ngopi juga sebagian ekspresi pemuda saat ini... karena kita lepas dari nenek moyang kita dahulu yang sangat erat dengan
“Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah” “guyub rukun tentrem”
budaya gotong royong budaya saling mebantu budaya yang beda dengan saat ini
berbeda dari segi waktu juga beda dari segi kehidupan seperti modernitas,loyalitas dll.
Tetapi kebersamaan itu masih kami jalin di wadah yang lebih mengkilap karena kaca karena transisi dari jendela kayu...(cafe ne koconan)
Tetapi isi dari ngopi kita sendiri masih sama yaitu sebagai ajang untuk silahturahmi dan berbagi informasi.

BY; NYIUR KELAPA(Tunas Kelapa)

Load disqus comments

0 komentar